Browsing articles in "Communications"
Nov 24, 2014
Vera Makki
Comments Off

Now Reading: Project Management

Project Management

Prioritas

Kendala di setiap korporasi saat ini adalah bagaimana menentukan prioritas. We have so many things to do at one time, yet we think that each item deserves to get a priority label. Prioritas dipilih berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingannya. Semakin urgen dan penting, itulah yang harus segera dikerjakan. Namun seringkali urgent bersifat buru-buru, sehingga hasilnya tidak maksimal. Ada yang menyatakan bahwa urgency terjadi karena penundaan. Seandainya kita pandai memanajemeni pekerjaan di kuadran penting, tanpa harus dibebankan dengan urgensi, maka prioritas dan kualitas pekerjaan dapat dijaga.

Kenyataannya, saat ini kita sering terjebak di kuadran urgent and important. Setelah dianalisa, bukan karena kita menunda pekerjaan-pekerjaan penting, namun terlalu banyak pekerjaan penting. We’re struggling to prioritize because too many priorities. Belum lagi jika ada permintaan dari atasan, dimana apa pun titah dari atasan, selalu menjadi urgent and important (as simple as photocopying). Well, that’s the brutal fact. Semakin tinggi suatu jabatan, orang tersebut akan semakin dicap sebagai ‘urgent and important’. Bener gak?

Managing others’ expectation

Yang terpenting dalam bekerja adalah mengelola ekspektasi kolega kerja dan atasan. Kita harus memiliki sikap bahwa saya memiliki prioritas, saya yang menentukan prioritas saya, apabila ada permintaan ke saya, beritahukan tenggat waktunya dan saya akan mengelola waktu saya agar dapat memberikan bantuan sesuai tenggat waktu yang diberikan. Hal ini memberikan kita pelajaran akan pentingnya respek. Saat mendesak, seringkali kita meminta bantuan kolega dalam sekejap. Saat hal ini terjadi, how to ask menjadi satu hal yang krusial. Jika kita salah bersikap, bisa-bisa kita justru diomeli karena dianggap tidak menghargai waktu dan prioritas orang lain.

The importance of project management

Bagaimana menyiasati kondisi urgent and important? Selain merusak kesehatan lahir batin, bekerja dalam kondisi ini bisa juga merusak profesionalisme, kecuali memang isu atau krisis benar-benar terjadi di luar kuasa kita (force majeur seperti kebakaran, banjir, kecelakaan, dst.)

Hari ini saya membeli buku ‘Project Management’ keluaran Harvard Business Review. Buku setebal 166 halaman dan seharga 299,000 ini (artinya satu lembar seharga 1800 perak doang) dibagi ke dalam 4 fase: planning, build up, implementation, close out. Di dalam setiap fase terdapat beberapa chapter yang ditulis oleh orang yang berbeda seperti Ron Ashkenas yang sudah berpengalaman dalam melakukan project besar.

Yang saya suka dari buku ini adalah tersedianya chart atau diagram yang membantu kita melakukan manajemen project, seperti Gantt Chart atau PERT chart. Buku ini secara efektif menyajikan cara melakukan project management secara ringkas dengan cara-cara untuk mengidentifikasi secara cepat dan komprehensif akan deteksi masalah secara dini, termasuk apabila ada pekerjaan yang berpotensi untuk pindah dari kuadran penting menjadi urgen dan penting.

Apabila deteksi dini dapat dilakukan, maka kita dapat mencegah terjadinya rush atau isu dalam project yang dijalankan. This is a good, recommended book for you who are often in a deep shit due to time management. Selamat membaca!

(Written by @vera_makki)

FacebookTwitterShare
Aug 27, 2013
Comments Off

Navigate Unfamiliar Terrain dengan Kendaraan Diesel Mercedes-Benz ML 250 CDI

Tahun ini, tepatnya di kuartal kedua, Mercedes-Benz Indonesia memasuki babak baru dalam portofolio produk-nya dengan memperkenalkan standar terkini di kelas diesel SUV, yang mengedepankan efisiensi bahan bakar dan angka emisi rendah. Produk terbaru ML 250 CDI, yang dilengkapi mesin berteknologi Euro 4 Diesel, saat ini paling maksimal bila menggunakan bahan bakar Pertamina Dex.

Peluncuran ML 250 CDI dan penandatanganan MoU (nota kesepahaman) diwakili oleh Dr. Claus Weidner, Presiden & CEO Mercedes-Benz Indonesia, dan Stephan Moebius, selaku Direktur Penjualan dan Pemasaran Mercedes-Benz Indonesia. Dari pihak PT Pertamina (Persero) diwakili oleh Bapak Suhartoko, selaku Senior Vice President Fuel Marketing & Distribution.

Keunggulan Mercedes-Benz ML 250 CDI

Engine & Performance – Kendaraan 4MATIC, dengan kapasitas mesin 2143 cc ini dapat melaju ke berbagai medan dengan tantangan yang berbeda-beda, berkat kemampuan dari mesin 4 silinder turbo diesel yang menghasilkan kekuatan 204 hp dan 500 Nm torque. Dengan kinerja mesin seperti ini, ML 250 CDI dapat berakselarasi dari 0 hingga 100 km dalam waktu 9 detik, dengan kecepatan maksimum 210 km/jam.

ML 250 CDI juga dilengkapi dengan fungsi ECO start/stop dan electric steering serta sangat hemat bahan bakar dengan konsumsi rata-rata 6.3 Liter/100 km dan keramahan lingkungan dengan emisi karbon dioksida rendah, yaitu 166g/km. Mobil ini juga dioptimalkan dengan transmisi otomatis 7G-TRONIC PLUS yang menonjolkan ketepatan pergeseran gigi, suara mesin yang lebih halus dan efisiensi bahan bakar. Berkat daya tarik koefisien sebesar 0.32cd, mobil ini dinobatkan sebagai salah satu SUV paling aerodinamis di dunia.

Safety & Comfort – Fitur utama keamanan dari ML 250 CDI adalah PRE-SAFE®, Electronic Stability Program, Adaptive Highbeam Assist, Brake Assist, Attention Assist, dan Tire Pressure Loss Warning System. Untuk menambahkan kenyamanan, mobil ini juga dilengkapi dengan Intelligent Light System dan Active Parking Assist. Mengemudi atau menjadi penumpang, fitur entertainment audio 20 dengan CD Changer dan sistem pengeras suara HARMAN KARDON akan membuat perjalanan semakin berharga. Audio system ini juga dapat dihubungkan dengan IPod atau IPhone melalui Media Interface yang tersedia. Lebih lanjut, fitur Bluetooth yang ada di audio system juga dapat disambungkan ke berbagai gadget komunikasi.

ML 250 CDI akan tersedia pada bulan Juni 2013 dan akan dijual dengan harga Rp 949.000.000 (off the road).

FacebookTwitterShare
Aug 27, 2013
Comments Off

How can a company grow by giving back?

-OLD POSTING. BACK IN 2005.-

Published on Sunday, September 04, 2005

http://www.thejakartapost.com/Archives/ArchivesDet2.asp?FileID=20050904.F04

Elvera N. Makki, Contributor, Jakarta

Ironically, this is still a question frequently asked not only by new emerging companies but also by big multinational ones, amid the era of what we call corporate social responsibility (CSR).

Nowadays people talk about it although some have no clue as to what it is and how to implement it properly, and how to make it in line with corporate business objectives.

In the United States, the CSR concept has been deeply rooted in the life of the people. According to the U.S-based Natural Marketing Institute, almost 90 percent of the American people believe in the importance of corporations paying attention to their impact on the environment and society rather than solely focusing on profit.

According to the survey made by the institute, 70 percent of consumers say they prefer to buy products produced by companies that pay serious attention to CSR activities, and nearly 50 percent stated that they would be more likely to buy stocks from such companies, rather than from those which do not really care much about the impact of their operations on the environment.

Larry Parnell, the principal of Canada-based Nomad Strategic Communications has said that most businesses, not just natural resources-based companies, need social license to operate and expand. The social license can be obtained only if the companies have a strong commitment to protecting the environment and the society from the impact of their business activities.

In Indonesia, the concept of CSR is considered new although it has actually been implemented here for a long time, such as through donating food from employees to an orphanage; fund-raising to donate consumer goods or clothes in the fasting month.

There are, however, weaknesses in those activities; first, the programs only gives momentarily support and there is almost no long-term benefit in it.

The type of help the company provides should be toward sustainability; that way, there will be strong engagement between the company and the community around it, thus, a company and its stakeholders.

One bad example of what corporations did was when they tried to take the advantage of the tsunami tragedy in order to boost their image.

Second, a good reputation cannot be achieved over night. It requires continuous commitment from the company’s management and employees. Just giving food or clothing especially on a once-off basis will not enhance the company’s image in the long term.

With that in mind, one of the key ingredients in formulating CSR programs is to firstly make it a business priority and make it a part of a comprehensive communication strategy. Public relations as the communicator should lead the way in doing and communicating the programs effectively.

Some corporations, both local and foreign, reluctantly communicate their social programs to the public and stakeholders, partially due to a belief that doing good expects no reward hence, no communication is needed. Of course such a perception is misleading.

This can be due to a lack of creativity in packaging the programs and the medium in sharing the information. CSR programs should be done seriously, innovatively and with full commitment over the long term so that they are strong enough to draw public attention.

Why is it so important to communicate CSR activities to others?

Dita Amarhoseya, Corporate Affairs Head of Citibank in Indonesia, has said that communication is a huge part of conducting CSR programs because the audience has the right to know what the company is doing for the community, especially if the company invites its customers to be involved in donating funds to, for example, communities affected by the tsunami.

She says that communicating CSR activities can create a snowball effect where people, including prospective employees or potential investors who read or hear about the programs may be encouraged to do the same and be part of the company.

The basic principle in CSR programs is to create long-term CSR activities in order to achieve the maximum impact for both the company and community.

She notes that it took approximately five years for Citibank to achieve recognition from the public and its stakeholders for its CSR activities under the umbrella of Citibank Peka (Peka is an acronym of peduli (care) and berkarya (to do good). The word peka itself means to be sensitive).

Initiated in February 1999, Citibank Peka (CP) focuses on education, communication development and natural disaster relief.

Another good example of a corporation that takes CSR seriously is PT Astra International (Astra). The setting up of Posko Banjir Astra (Astra Flood Post) in some key places during the massive floods in 2001 created an immediate and tremendous awareness among Jakartans.

Astra has developed comprehensive CSR programs ranging from community development, providing loans for SMEs, focusing on environmental, health and safety issues to giving scholarships and automotive entrepreneurship training.

One thing that needs to be improved is the provision of regular and current updates on its CSR programs to stakeholders, “That is what I see lacking in Astra and other major corporations,” says a CSR consultant Eva Muchtar.

So how to measure the success of CSR programs?

Logically, the measurement will be how far the expectations agreed upon are executed and whether the programs were completed according to the plan or not.

Parnell has suggested corporations start developing comprehensive CSR programs by conducting a thorough audit of the needs facing their communities; making resource commitments consistent with their business skills and corporate strategy; to follow through and then communicate the results both within and outside the organization.

CSR will do absolutely no harm to a company’s reputation (as long as it is done ethically), employee morale, product sales or market valuation to use CSR guidelines as a leading indicator of what investors, the government and the general public expect of corporation today.

In the long run, the corporations may well benefit as much as the people and communities their support.

Remember, actions do speak louder than words.

The writer is a full time member of Public Relations Society of America. She can be reached at blossomveras@yahoo.com

FacebookTwitterShare
Aug 27, 2013
Comments Off

The First Ever! Night Test Drive, A-Class

Mercedes-Benz telah dikenal sebagai kendaraan premium yang andal. Pernyataan tersebut lahir dengan alasan yang tepat bahwa mobil keluaran Jerman ini dibangun dengan teknologi sempurna yang memberikan tingkat kenyamanan dan keselamatan terbaik, termasuk desain interior dan eksterior yang elegan dan menawan.

Kabar gembiranya adalah, Mercedes-Benz mengeluarkan seri terbaru untuk generasi muda dengan harga yang kompetitif. Jika boleh saya katakan, harga yang keren banget untuk kendaraan sekelas Mercedes-Benz.

Ladies and gentlemen, please welcome the pulse of a new generation: The New A-Class!

Seri terbaru dari A-Class yang sporty ini telah berhasil memenangkan hati para kritikus dan pengguna compact car mewah di Eropa. Mercedes-Benz Indonesia akhir Juni lalu meluncurkan A 200 Urban (Rp. 499 juta off the road) dan A 250 Sport (Rp. 629 juta off the road) yang selama ini banyak dipuji berkat penampilan dan performa-nya.

Acara peluncuran The New A-Class dilakukan dengan konsep yang sama sekali baru di pasar otomotif Indonesia, yaitu Night Test Drive. Diadakan di Sentul Circuit International, acara ini mengundang rekan-rekan media, Mercedes-Benz Club Indonesia, dan karyawan Mercedes-Benz. Sesuai dengan konsep adrenaline rush yang menyasar generasi muda, pengalaman mengendarai A-Class di malam hari dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu akselerasi (dimana pengendara dapat melakukan akselerasi dari posisi diam 0 km hingga 100 km dalam waktu kurang dari 8 detik, merasakan braking system, dan parking assist dimana kita bisa parkir mobil secara otomatis tanpa tangan kita harus banyak bergerak memutar-mutar setir.

Acara ini mendapat antusiasme dan respon positif dari para tamu undangan.

“A-Class telah menciptakan standar baru untuk kategori kendaraan compact dengan desain yang stylish dan teknologi yang inovatif,” ungkap Dr. Claus Weidner, President dan CEO Mercedes-Benz Indonesia. “Dengan desain yang revolusioner, kendaraan ini sangat sesuai dengan pribadi dan gaya hidup generasi muda.”

Eksterior dinamis terlihat nyata dari konturnya yang memikat, bagian depan yang ekspresif dengan logo bintang Mercedes-Benz di bagian tengah, lekukan permukaan yang dinamis, garis jendela yang berbentuk seperti coupé, dan bagian belakang yang lebar dengan punggung dan sayap yang kuat dan lebar.

Lampu depan Bi-xenon yang inovatif menawarkan teknologi xenon untuk masing-masing lampu dekat dan jauh. Selain karena tingkat keterangan dan ketahananannya yang baik, lampu Bi-xenon juga menyajikan tampilan yang elegan dan kuat pada mobil di malam hari.

Desain interior untuk kedua model, A 200 Urban dan A 250 Sport memperlihatkan elemen sporty. A 200 Urban dilengkapi dengan bahan kulit  ARTICO buatan tangan, sementara A 250 Sport hadir dengan paket eksklusif AMG dengan bahan kulit hitam dan aksen jahitan berwarna merah.
Mesin dan Performa – Selain desainnya yang menakjubkan, seri A-Class terbaru juga dilengkapi dengan mesin 4-cylinder yang bertenaga dan efisien, dengan level tenaga 115 kW (156 hp) untuk A 200 Urban dan 155 kW (211 hp) untuk A 250 Sport. Dengan performa mesin yang andal, A 200 Urban dapat berakselerasi mulai dari 0 – 100 km/jam dalam waktu 8,3 detik, dengan maksimum kecepatan 224 km/jam. A 250 Sport mampu berakselerasi dari 0 – 100 km/jam hanya dalam waktu 6,6 detik, dengan maksimum kecepatan 240 km/jam.

Kecepatan tinggi ini juga dioptimalkan dengan dual clutch transmission 7G-DCT yang mampu menawarkan kecepatan dan perpindahan kopling yang lebih baik.

Sementara itu, tarikan koefisien untuk A 200 Urban hanya 0.28 cd dan untuk A250 Sport hanya 0.31 cd. Hal ini membantu penghematan konsumsi bahan bakar, sekaligus membuat kendaraan ini menjadi salah satu mobil yang paling aerodinamis di kelasnya.

Ramah lingkungan - A-Class terbaru menawarkan angka emisi rendah, yaitu 127g/km untuk A 200 Urban dan 148g/km untuk A 250 Sport. Dengan standar emisi Euro 6, konsumsi bahan bakar untuk A 200 Urban adalah 5.4 l/100km dan A 250 Sport adalah 6.4 l/100km. Kedua model ini dilengkapi dengan standar fungsi ECO start/stop; yang membuat mobil ini sangat efisien dan ramah lingkungan.

Keamanan & Kenyamanan – Seperti kendaraan Mercedes-Benz lainnya, A 200 Urban dan A 250 Sport menghadirkan sistem keamanan yang inovatif seperti Attention Assist, Adaptive Break Assist, Tire pressure loss warning system, Active Parking Assist termasuk PARKTRONIC dan Rescue Assistance.

A-Class ini juga dirancang khusus untuk melindungi keselamatan penumpang dengan sembilan airbag yang mencakup front airbag, sidebag, windowbag dan kneebag.

Musik dan Memori – Mobil ini menawarkan serangkaian fitur hiburan, seperti Mercedes-Benz radio audio 20 dengan CD changer dan 6 loudspeakers yang khusus dikonfigurasikan untuk interior kendaraan. Seluruh fitur hiburan ini bisa dikendalikan dari setir multifungsi.

Sebagai tambahan, paket memori memungkinkan para pengendara untuk menyesuaikan kursi, penahan kepala, serta kaca luar yang dapat dikembalikan dengan cepat dan akurat demi kenyamanan pengemudi.

Layanan Purna Jual - Tentunya A-Class terbaru, seperti mobil penumpang Mercedes-Benz lainnya, hadir dengan Integrated Service Package, yang menyediakan servis gratis dan perawatan untuk tiga tahun pertama tanpa batas jarak tempuh. Test drive untuk pelanggan tersedia di seluruh dealer resmi Mercedes-Benz.

The pulse of a new generation - “Model A 200 Urban dan A 250 Sporty sukses menggabungkan keindahan, fungsi, dan teknologi dalam satu paket compact car,” ujar Dr. Weidner.

“Dengan memperkenalkan A-Class terbaru, Mercedes-Benz Indonesia menjangkau para generasi muda yang selama ini berada di luar target market kami. Mobil ini mengusir kebosanan saat berkendara di jalan dan inilah yang sesungguhnya ditunggu oleh para generasi muda, the pulse of a new generation,” tutup Dr. Weidner.

Seri A-Class terbaru ini akan tersedia di seluruh dealer resmi Mercedes-Benz mulai 28 Juni 2013. A 200 Urban akan dijual dengan harga Rp 499 juta (off the road) dan A 250 Sport dengan harga Rp 629 juta (off the road).

Tunggu apa lagi, it’s cool!

FacebookTwitterShare
Aug 27, 2013
Comments Off

CSR: Mercedes-Benz Indonesia Tanam 3,000 Pohon di 600 Sekolah

Salah satu tanggung jawab departemen saya di Corporate Communication & Public Affairs (CCP) adalah mengatur strategi dan implemetasi dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau istilah kerennya adalah CSR (Corporate Social Responsibility). Kegiatan sosial selalu menarik bagi saya, it is part of my passion to make Indonesia a better place for most Indonesian people.

Mercedes-Benz Indonesia, perusahaan yang telah berdiri sejak 43 tahun lalu, memiliki program one car = one tree. Program ini telah dijalankan sejak 2011 yang artinya setiap penjualan satu unit kendaraan, maka perusahaan berkomitmen untuk menyumbangkan satu penanaman pohon. Saat saya bergabung pada Agustus 2012, tugas saya adalah menuntaskan penanaman 5552 pohon yang tersisa. Selama ini, pohon ditanam di Banjir Kanal Barat, Banjir Kanal Timur, dan Tol Ir. Sedyatmo.
Strategi pun dirubah, tidak menanam pohon di pinggir jalan raya, namun berfokus pada sekolah. Penanaman pohon tahap pertama dilaksanakan berkolaborasi dengan Mercedes-Benz Club Indonesia (klub pemilik kendaraan Mercedes-Benz) saat acara Jambore Nasional MB Club INA 15-17 November 2012 di Lampung, Sumatera. Penanaman pohon dilaksanakan di SMAN 7 Bandar Lampung sebanyak 2,552 termasuk di taman kota.
Penanaman tahap kedua dilaksanakan di Jakarta, Tangerang, dan Bogor sebanyak 3,000 pohon di 600 sekolah pada pertengah September hingga tuntas dilaksanakan pada bulan ini. Terima kasih kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Tangerang dalam memfasilitasi penanaman pohon ini.
Penanaman pohon mungkin merupakan satu hal biasa yang dilakukan banyak perusahaan. Namun keunikan program ini adalah semangat menggandeng pihak sekolah dengan dua pertimbangan. Pertama, mengajak murid-murid sekolah untuk bersama melakukan aksi tanam pohon Trembesi dan Mahoni (kedua pohon ini yang menyerap paling banyak CO2 dibanding pohon-pohon lainnya). Kedua, memastikan pohon tidak sekedar ditanam, namun tetap terpelihara dengan baik karena dirawat di lingkungan sekolah. Ini merupakan bagian dari program penguatan karakter generasi muda, karena mengajak mereka untuk peduli dan berbuat nyata demi kelestarian lingkungan.
Alhamdulillah, komitmen Mercedes-Benz di tahun 2011 untuk aksi tanam pohon berdasarkan penjualan unit kendaraan di tahun 2011 telah tuntas dilaksanakan. Misi selanjutnya adalah, kegiatan CSR apa lagi yang dapat kami lakukan dan memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan serta masyarakat?
Tunggu berita selanjutnya…
FacebookTwitterShare
Pages:12»

@vera_makki

Current post:

Country Head Corporate Affairs, Citi Indonesia (Citibank, N.A., Indonesia)

Founder #TamanBacaAnakLebah and #BookSTech (Books, Storytelling, and Technology)

Member of: IABC (www.iabc.com) and PRSA (Public Relations Society of America)

Previous track (from recent to past):
- Deputy Director Corporate Communications & Public Affairs, Mercedes-Benz Indonesia
- Corporate Affairs Manager, Fonterra Brands Indonesia
- Communications Manager, Unilever Indonesia
- Public Affairs Manager, Indo Pacific PR
- Consultant, Ogilvy PR
- PR Officer, Hotel Mulia Senayan

Past part-time:
- Lecturer, Communications, International Program, University of Indonesia
- Radio Announcer, Ardan FM, Bandung, West Java
- Contributing writer, The Jakarta Post and various media

Highlights on Achievement & Recognition (recent to past):
- Named 50 Asia's Women Leaders from CMO Asia
- Shine on Awards from Good Housekeeping Indonesia
- The first Indonesian earned Accredited Business Communicator (ABC) from International Association of Business Communicators (IABC), San Francisco, US (www.iabc.com)

A glimpse of me:
#coffeelover #catlover . A wife, a mother of three wonderful kids. Enjoy driving a car, #travelling , #swimming , and #readingbooks . Love to #dance . Crazy about books and share them with the unfortunate children. #gogreen. #cintaIndonesia. Live life to the fullest!

Categories

Archives