Aug 27, 2013
Comments Off

Movie Review – Elysium

Terus terang hanya satu yang membuat saya tertarik menerima tawaran suami saya untuk nonton film Elysium (dimana saya sebenarnya masih ingin menonton film yang lebih ringan seperti Turbo). Alasannya adalah: Jodie Foster.

Sudah lama saya tidak melihat penampilannya, terutama sejak akting briliannya di film ‘Silence of the Lamb’. Wajah Jodie Foster pun di film ini semakin cantik dan kece berat :D Tidak semua perempuan cocok dengan rambut pendek seperti dirinya di film Elysium. Sayangnya, peran yang dimainkan kurang menggigit, apalagi kematiannya berlangsung datar, tanpa perlawanan, tanpa klimaks yang dramatis.

Elysium tak ubahnya film yang saat ini banyak ditampilkan oleh sutradara Holywood, yaitu sejak konsep ‘brain plug-in’ diperkenalkan pada film Matrix. It’s a science fiction action-thriller yang disutradarai oleh Neil Blomkamp – seorang bocah (ya, karena usianya di bawah 3 tahun dari saya) kelahiran Afrika Selatan.

Bagi saya, film ini menarik karena mengingatkan kita dan berbicara mengenai kondisi dunia di masa depan apabila bumi ini dihancurkan secara perlahan oleh kerakusan manusia yang memporak-porandakan keseimbangan lingkungan. Secara prinsip, film ini membawa satu pesan utama seperti halnya film After Earth atau film kartun The Lorax: we need to preserve the world.

Yang mengesankan dari film ini adalah keterlibatan alur cerita yang mengedepankan sisi humanis dibalik kebrutalan dan bersimbahnya darah di sana sini. Saya terkesan dengan perjuangan sang ibu untuk menyembuhkan anaknya di stadium akhir leukemia (walaupun saya penasaran, siapakah bapak dari anak tersebut dan berharap dalam satu scene bahwa Matt Damon merupakan ayahnya). Sayangnya, film ini tak sanggup membuat saya menangis, berbeda saat saya menonton film Mr. Go atau Toy Story 3. But this film got me thinking about what the future holds for my children IF we do careless to the environment. Good reminder.

Elysium juga menggambarkan tentang ketidakadilan perlakuan (the poor stays in the earth, the rich stays in a better air of Elysium) dan pentingnya memiliki mimpi serta harapan. Harapan untuk hidup, harapan untuk menyembuhkan penyakit, dan mimpi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Well, overall, not bad. But I’d prefer to watch Matt Damon in Bourne series or Ocean’s trilogy :p

FacebookTwitterShare

Comments are closed.

@vera_makki

Current post:

Country Head Corporate Affairs, Citi Indonesia (Citibank, N.A., Indonesia)

Founder #TamanBacaAnakLebah and #BookSTech (Books, Storytelling, and Technology)

Member of: IABC (www.iabc.com) and PRSA (Public Relations Society of America)

Previous track (from recent to past):
- Deputy Director Corporate Communications & Public Affairs, Mercedes-Benz Indonesia
- Corporate Affairs Manager, Fonterra Brands Indonesia
- Communications Manager, Unilever Indonesia
- Public Affairs Manager, Indo Pacific PR
- Consultant, Ogilvy PR
- PR Officer, Hotel Mulia Senayan

Past part-time:
- Lecturer, Communications, International Program, University of Indonesia
- Radio Announcer, Ardan FM, Bandung, West Java
- Contributing writer, The Jakarta Post and various media

Highlights on Achievement & Recognition (recent to past):
- Named 50 Asia's Women Leaders from CMO Asia
- Shine on Awards from Good Housekeeping Indonesia
- The first Indonesian earned Accredited Business Communicator (ABC) from International Association of Business Communicators (IABC), San Francisco, US (www.iabc.com)

A glimpse of me:
#coffeelover #catlover . A wife, a mother of three wonderful kids. Enjoy driving a car, #travelling , #swimming , and #readingbooks . Love to #dance . Crazy about books and share them with the unfortunate children. #gogreen. #cintaIndonesia. Live life to the fullest!

Categories

Archives